putry ananda
Minggu, 25 Desember 2011
Senin, 12 Desember 2011
CERPEN "MINGGU, 11 DESEMBER 2011"
MINGGU, 11 DESEMBER 2011
Oleh: Putri Ananda A
Minggu, 11 desember 2011, aku mulai
tergesah-gesah mencari jaket putih yang memang selalu ku kenakan. Mondar-mandir
seperti orang yang terlihat memang sangat gelisah. Mood ku berubah menjadi seseorang yang sangat malas dan tak
bergairah melakukan sesuatu hal. Aku mulai berlarian tak karuan menghampiri
teman ku KASNA yang mengajakku menemaninya pergi mengikuti latihan Volley rutin
setiap sore, termasuk hari ini di sekolah SMAN 09 MAKASSAR itu.
Apa yang membuat aku menjadi orang
yang sangat bodoh dan ceroboh melakukan sesuatu, berfikir dan yang teringat
hanya dia ‘ALIM’, pacar ku saat ini. Orang yang sangat ku sayang, dan tidak ada
alasan untuk tidak menyayangi pria itu. Tapi dia juga yang membuat aku sangat-sangat
gelisah mengingatnya. Tidak tau kenapa ini hal yang sangat tidak biasa dan
membuat aku sangat gelisah dan berubah sesaat menjadi orang yang sangat ceroboh
dan seperti orang yang di buat bodoh. Tadi memang aku mencoba mencari kabar
dari dia tapi tidak melalui aku sendiri. Seperti kata orang-orang kita bisa tau
tentang pacar kita kalo kita mencoba menjadi orang lain, kata kasarnya
“ngerjain pacar”. Aku mulai ikut dengan metode itu. Penasaran kenapa dia harus
selalu menyalahkan ku setiap kata yang niat ku baik. Aku bosan dan lelah dengan
sikapnya, jadi terpaksa aku melakukan hal bodoh itu. Memakai nomor temanku dan berpura-pura
sebagai MILA.
Sore itu membuat awan mulai mendung
dan tidak ada cahaya yang kulihat sedikit pun, sangat gelap dingin. Aku duduk di
salah satu bawah pohon itu, angin mulai menerpa wajah ku lembut, membuat rambut
ku mulai tergerai indah seperti pada iklan sampo di TV. Angin mulai membawa
daun-daun kering dari pohon itu yang sudah mulai berjatuhan, dan berterbangan
satu persatu yang mulai menyambarku sangat halus. Tangan ku yang memegang tiga
HP sekaligus membuat aku kesusahan menepis angin dan daun kering itu. Dan tak
terasa ternyata HP Kasna yang kupakai ngerjain Alim, berdering bernada music
panggilan masuk, dan yang terlihat di layar HP itu nomor baru yang nomor HP-nya
sangat tidak asing lagi. Dan yaa benar itu nomor adik Alim, dan sangat tidak
mungkin kalau adiknya yang menghubungi nomor ini. Aku mulai gelisah, tangan ku
mulai berudah warna menjadi putih pucat lalu bergetar dan suasananya menjadi
sangat lebih dingin dari yang tadi, gelapnya pun menjadi sangat mengikuti hati
ku, difikiran ku menjadi sangat ingin mengamuk, dan hati ku menjadi sangat
melemah. Mataku mulai berkaca dan membuat danau kecil pada kelopaknya, mungkin
saat ini dunia tau tentang yang aku rasakan, dan dunia sangat lebih peduli
dengan hatiku. Aku berbalik badan dari sekumpulan orang yang sibuk dengan
kegiatan masing-masing, mulai mengusap mataku dan mencoba menstabilkan tubuhku
agar tidak bergetar lagi. Dan itu sangat membuat aku gelisah dan menjadi orang
yang sangat-sangat bodoh dengan kegiatan ku yang sangat tidak jelas. Yang ku
fikir saat itu hanya, “Kenapa dia lebih mementingkan orang yang sangat tidak
jelas itu di banding aku yang merelakan memory otak dan hatiku untuk di penuhi
dengan dirinya.!” Sedikit demi sedikit aku mulai menstabilkan diri dengan
getaran tubuhku yang membuat aku menjadi melemah, dan sangat lemah. Aku takut
kalau harus menerima, “Dia tidak mengingatku!”. Dan aku sangat takut mengetahui
apa yang dia fikirkan hingga aku di buat menjadi sangat tidak berguna seperti
saat ini. Dan sekarang ketakutan ku itu menjadi sangat membara saat tau kalau
dia sudah sangat mulai mencoba dekat dengan orang tidak penting itu. Padahal
tadinya dia sudah janji tidak akan mengurus itu lagi, tapi buktinya dia malah
terlihat sangat ingin tau tentang orang itu, orang yang sebenarnya tidak ada,
orang yang sebenarnya pacarnya sendiri. Dan kata orang memang benar, itu hal
yang sangat tepat untuk mengetahui tentang sikap dan sifat dari pacar kita itu,
walau harus menerima akibatnya, mengetahui pahitnya CINTA itu pada masa muda
ini, masa yang masih labil dengan umur ku yang maisih 15 tahun. Aku harus
relakan air mataku jatuh dengan sia-sia mencintai dan mempercayai orang yang
salah dan sangat tidak setia seperti mereka yang mempermainkan hati wanita.
Kamis, 24 November 2011
CURHAT KU (curahan hatiku)
CURHAT KU (curahan hatiku)
TUHAN tolong buat orang yang buat saya menangis itu rasa dengan apa yang saya rasa ;( sumpaah sakit sekali terasa.
selalu bilang kalau saya tidak bisa mngerti dia , padahal semua orang tau kalau dia yang tidak pernah bisa mengerti saya !
bilang terus kalau saya egois , padahal dia sendiri tidak pernah tau kelakuanya ego ato tidak ?
TUHAN sakit sekali ;( kalo harus tahan airmata yang banjir di kelopak mataku.
atau memang saya sudah tidak berharga sampai-sampai dengan mudahnya dia buat menangis sampai harus untuk setia harinya ;(
TUHAN saya tidak mau buang air mataku untuk seseorang yang tidak pernah anggap saya ada ;( saya juga tidak mau dianggap remeh sama dia ;( selalu menurut kalau dia marah ;( membujuk seperti saya tidak pernah punya harga diri ;(
kalau memang bosan sama saya, bilang !
kalau memang sudah anggap saya tidak ada, bilang. saya sudah ikhlas sama apa yang kau buat sama itu harus hilang, karena air mataku itu berharga daripada siapapun.
tidak pernah mengerti ;( tapi selalu mau di mengerti ;( lalu yang ku dapat cuma tangis yang kau beri ;(
saya sudah capek dengan tangisan yang selalu di tutupi dengan kesabaran ku. emosi mu buat selalu saya jadi yang terburuk. apa memang semua lelaki hanya manis di bibir saat itu saja ;(
saya seperti tidak punya malu yang sayang sama dia tapi ternyata saya cuma di permainkan ;(
selalu saya hargai apa pun yang dia buat, selalu saya hargai setiap cinta yang dia berikan, tapi kenapa apapun yang saya lakukan tidak pernah ada buat dia. serasa usaha ku itu sia-sia ;( lalu apa ?
sekali lagi saya bilang saya bukan seseorang yang gampang jatuh dengan CINTA. tapi setelah saya buat kau merasa sempurna dengan aku lemah dengan cinta itu, malah sebaliknya kau buang aku serasa aku tak pernah punya harga diri ;( melakukan hal sesuka mu dan tidak pernah menghargai apa yang saya berikan ;(
TUHAN tolong buat orang yang buat saya menangis itu rasa dengan apa yang saya rasa ;( sumpaah sakit sekali terasa.
selalu bilang kalau saya tidak bisa mngerti dia , padahal semua orang tau kalau dia yang tidak pernah bisa mengerti saya !
bilang terus kalau saya egois , padahal dia sendiri tidak pernah tau kelakuanya ego ato tidak ?
TUHAN sakit sekali ;( kalo harus tahan airmata yang banjir di kelopak mataku.
atau memang saya sudah tidak berharga sampai-sampai dengan mudahnya dia buat menangis sampai harus untuk setia harinya ;(
TUHAN saya tidak mau buang air mataku untuk seseorang yang tidak pernah anggap saya ada ;( saya juga tidak mau dianggap remeh sama dia ;( selalu menurut kalau dia marah ;( membujuk seperti saya tidak pernah punya harga diri ;(
kalau memang bosan sama saya, bilang !
kalau memang sudah anggap saya tidak ada, bilang. saya sudah ikhlas sama apa yang kau buat sama itu harus hilang, karena air mataku itu berharga daripada siapapun.
tidak pernah mengerti ;( tapi selalu mau di mengerti ;( lalu yang ku dapat cuma tangis yang kau beri ;(
saya sudah capek dengan tangisan yang selalu di tutupi dengan kesabaran ku. emosi mu buat selalu saya jadi yang terburuk. apa memang semua lelaki hanya manis di bibir saat itu saja ;(
saya seperti tidak punya malu yang sayang sama dia tapi ternyata saya cuma di permainkan ;(
selalu saya hargai apa pun yang dia buat, selalu saya hargai setiap cinta yang dia berikan, tapi kenapa apapun yang saya lakukan tidak pernah ada buat dia. serasa usaha ku itu sia-sia ;( lalu apa ?
sekali lagi saya bilang saya bukan seseorang yang gampang jatuh dengan CINTA. tapi setelah saya buat kau merasa sempurna dengan aku lemah dengan cinta itu, malah sebaliknya kau buang aku serasa aku tak pernah punya harga diri ;( melakukan hal sesuka mu dan tidak pernah menghargai apa yang saya berikan ;(
Senin, 14 November 2011
PUISI "KENAPA..?"
KENAPA..?
Oleh:
Putri Ananda A
TUHAN…
Mengapa harus ada cinta
Jika sakit hati yang mengakhirinya
Mengapa harus ada tawa
Jika tangisan itu ada
Mengapa harus ada ingatan
Jika kenangan itu harus di lupakan
TUHAN…
Mengapa tak kau ciptakan semuanya
Seperti siang dan malam
Seperti matahari yang berganti bulan
Sperti terangnya matahati yang di gantikan bulan
TUHAN…
Mengapa?
Mengapa semuanya harus berakhir tangis
Padahal awal dari semua itu penuh dengan senyuman
PUISI "TEGAR"
TEGAR
Oleh: Putri Ananda A
Aku mencoba tegar
Berdiri tegak walau banjir mulai datang
Aku mencoba kuat
Tetap bertahan walau hujan membasahi pipiini
Aku mencoba menahan
Tak bergerak walau ranting tajam mulai menusuk betisku
Aku mencoba senyum
Tertawa walau rasa itu sangat perih
Aku mecoba mencari cahaya
Ketika kegelapan itu mulai menghampiriku
Aku mencoba mencari pintu
Ketika aku terjebak dalam kegelapan
Aku mencoba tetap berjalan
Ketika takut menghampiriku, sesaat ketika aku melangkah
Aku mencoba mencari lelucon
Ketika aku tertangis dan takut dengan gelap
Aku tetap tegar
Walau air mata mulai membanjiri kelopak mataku
Aku tetap kuat
Bertahan walau tangis mulai membasahi pipiku
Aku tetap menahan
Walau pisau tajam mulai mengiris hatiku
Aku tetap senyum
Tertawa walau rasanya sangat sakit
Aku mencari solusi
Ketika masalah mulai merusakku
Aku mencari jalan
Ketika aku terjebak dalam suasana gelap dan dingin
Aku tetap berjalan
Ketika kepedihan mulai datang satu-persatu
Aku tetap tertawa
Ketika tangisku mulai berjatuhan
Aku akan mencintainya
Sayang padanya
Jika dia memang
membenciku
Aku akan mengingatnya
Rindu padanya
Jika dia memang melupakanku
Aku tegar
Ketika aku di terja badai besar
Karena aku sayang
TULUS tanpa pamrih
PUISI "♥28.06.11♥"
♥28.06.11♥
Oleh: Putri Ananda A
Hari itu kau katakan cinta
Aku belum serius
Aku masih bermain
Aku harus membiasakan diri dengan
mu
Membiasakan waktu bersamamu
Aku belum terbiasa dengan itu
Masih labil dengan cinta
Masih jauh dengan rasa sayang
Masih tidak mengerti dengan kata
rindu
Masih kurang membutuhkanmu
Tapi kau buat berbeda
Kau buat yang lain
Buat aku kuat dengan cinta
Buat aku dekat dengan rasa sayang
Buat aku mengerti dengan kata rindu
Buat aku sangat membutuhkanmu
Aku jadi serius
Aku tidak lagi merasa bermain
Aku telah membiasakan diri denganmu
Aku pun telah terbiasa dengan
waktumu
28 Juni 2011
Membuat aku tau tau tentang cinta
itu
Merasakan cinta yang saling
memiliki
Menikmati indahnya cinta bersamamu
28 Juni 2011
Hari yang indah
Penuh tawa ketika itu
Awal yang indah dengan senyuman
Gelak tawa bersamamu
I ♥ LOVE YOU
CERPEN "THE STORIES OF MY LIFE"
THE STORIES OF MY LIFE
Oleh: Putri Ananda A
Aku berawal dari sepasang suami
istri, “Arifin dan Jumriati”. Keluarga yang sederhana, ibu dan bapak yang
memiliki 4 orang anak, aku anak yang terakhir. Kakak laki-laki ku bernama “Heryanto
A” kakak perempuanku bernama “Heryanti A dan Handayani A”. Dan kenalin nama aku “Putri
Ananda A”. Aku lahir di Makassar, tepat tanggal 14 mei 1996 jam 10 pagi
menjelang siang .
DULU …
Di Umur 1 Tahunku
Aku menangis ketika aku di suruh
makan bubur /pisang susu yang sudah lembek. Aku malah masih ingin untuk minum
ASI. Aneh, seharusnya aku sudah harus mulai memakan-makanan seperti bubur atau
pisang itu tapi malah aku masih menolak dan ingin minum asi saja parahnya
supaya aku berhenti meminum asi dan mencoba makan bubur, ibu menaruh sesuatu
yang sangat pahit di tempat keluarnya asi itu. Ibu jahat, padahal aku sangat
ingin minum asi dan rasanya sangat pahit yang membuatku tidak ingin minum asi
lagi.
Di Umur 4 Tahunku
Saat itu aku tinggal di sebuah rumah
yang letaknya terpencil, masuk lorong-lorong dan daerahnya rawan banjir.
Jalanannya punjuga tidak rata, hanya batu-batu sebagai penyangga agar jalanan
itu tidak roboh dan keluar ke jalan poros juga pakai jembatan yang di buat dari
kayu yang sudah mulai roboh sedikit demi sedikit.
Hari itu tepat tanggal lahirku ke 4
tahun , seingatku setiap aku ulang tahun tidak ada yang pernah di rayakan, tapi
aku lihat sebuah kue tar yang ada di dapur setelah pulang dari bermain di dekat
rumah. Aku bingung dan tidak tau kalau hari itu hari lahirku. Bapak pulang dan
aku semakin bingung , aku melihat sebuah bungkusan yang berwarna pink namun
masih samar. Setelah magrib semuanya ternyata rapih di ruang tamu. Sungguh
bingung, hanya keluargaku yang ada, bapak ibu dan ketiga kakakku. Lalu aku bertanya,
“untuk siapa ini?”, mereka menjawab
kalau semua ini untukku. Dan pertanyaan bodohku terucap, “apa aku berulang tahun hari ini?”.
Kakiku Panas
Hari
itu siang, aku, bapak, dan ibu baru saja pulang dari sebuah acara dan tadinya
aku ngotot ikut. Jadi aku ikut dengan mereka. Setelah pulang, aku dengan
cerobohnya turun dari motor butut bapak yang knalpotnya masih sangat panas.
Betisku yang kecil dan pendek itu mulai menyentuh knalpot motor butut bapak,
rasanya panas tapi sudah terasa lengket di knalpot itu, aku tak berani teriak
aku takut di marahi, mungkin hanya satu menit lebih parah. Rasanya perih,
panas, sakit, dan terbakar. Aku menangis tidak dapat menahan sakitnya. Bapak
menggendongku masuk dan aku lihat betis kecilku yang imut ituj ternyata melepuh
dan berwarna coklat gosong. Aku hanya bisa menangis dan tak lama tertidur.
Hari Pertama Sekolah Di SD
Hari pertama itu, aku di damping
dengan Ibu, melihat suasansa sekolah (SD) sangat ramai dan itu awal aku
beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Awalnya aku takut, takut karena banyak
orang, dan tak ada satupun yang ku kenal. Aku datang lebih awal di banding
semuanya dan aku dapat bangku di pojok depan. Orang-orang seperti ku sudah
mulai datang satu per satu, banyak dan mulai semakin banyak. Seorang anak murid
baru yang seperti ku juga yang sepertinya anak guru itu mengambil tempat
dudukku, dan terpaksa aku pindah di bangku ke empat yang paling belakang. Aku
kesal, aku sudah capek-capek datang pagi untuk mengambil bangku itu, tapi malah
ujung-ujungnya tetap saja duduk di bangku yang di belakang itu.
Masa SD Itu Suram
Saat masih pertama sekolah, aku
berfikir untuk punya teman itu akan lebih baik, tapi setelah aku jalani
semuanya tidak ada yang baik melainkan hanya sebuah problem yang datang satu
persatu kepadaku. Tidak cukup baik, apa lagi ketika aku mulai mengikuti les di
guru matematika ku yang juga sekaligus walikelasku. Awalnya baik tapi ketika
aku tidak mengikuti mau/keinginan temanku semuanya menjadi kacau dan berubah
menjadi sebuah problem yang cukup besar padahal itu hanya masalah sepele yang
di besar besarkan. Satu dari mereka menghasut semua teman kelasku hingga aku di
musuhi oleh semuanya, semua teman kelasku. Hanya ada satu teman ku yang tidak
pernah menjauhiku. Aku selalu bersama dia. Namun ketika jam istirahat dia biasa
pergi karena aku lebih memilih duduk diam termangu di dalam kelas dibandingkan
jika aku keluar dari kelas. Semuanya suram, aku seperti tidak ada dan tidak
terhitung dalam kelasku. Aku seperti anak cacat yang tidak berguna. MASA SD ITU
SURAM BAGIKU.
Sekolah Baru (SMP)
Rasanya tenang, senang ketika aku
merasa bebas dari masa SD yang suram dan tanpa warna sedikit pun aku mulai
bersenang-senang dengan suasana SMP rasanya tenang. Aku fikir ini memang awal
dari kita beradaptasi dengan dunia dan lingkungan yang baru seperti ini.
Teman-temannya ramah, mungkin karena maksudnya sama dengan ku, saling senyum
dan menjadi teman. Aku sadar kalau SMP itu seru, asik dan mengesankan. Sekolah
baruku tenang tidak rusuh seperti SD. Sekolah baruku asik, punya teman seperti
Anhy, Nurul, Unhy, Enhy dan teman teman lainnya.
Awal Aku Pacaran
Awalnya ketika itu aku masih berumur
13 tahun, masih duduk di bangku SMP kelas 2. Saat itu teman-teman ku baru lagi
dan kami masih seperti baru masuk sekolah lagi karena kelasnya di roling. Aku lumanya akrab dengan Mulky
teman sekelasku waktu itu yang mungkin sifat dan sikapnya belum terlalu ku
kenal. Tapi aku tau satuhal dia pintar, dan asik di ajak ngobrol. Tapi dia
mengatakan cinta, aku tidak tau mau jawab apa, aku belum pernah merasakan yang
seperti itu dan tidak tau harus bagaimana ketika di tanya begitu. Aku bingung
dan satu-satunya pilihanku hanya bisa meminta tolong pada Anhy, Nurul, dan
Enhy, Mau bertanya sama Unhy kami berbeda kelas. Jadi hanya mereka saja.
Jawaban mereka Cuma satu bilang ‘iya’,
Yah sudah aku bilang saja ‘iya’. Dan
katanya kami sudah pacaran. Sungguh mudah untuk berpacaran yah. Aku kira sulit,
ternyata hanya kata-kata.
Harus Pisah !
Aku menjalani masa SMP ku sudah 3
tahun dengan tawa dan canda mereka dan tak terasa waktu berjalan begitu cepat
hingga kami harus berpisah dan mencari masing-masing karakter kami. Yang tepat
untuk kami melanjutkan sekolah nanti untuk menuju ke Sekolah Menengah keAtas
(SMA). Rasnya berat ketika mengingat masa SMP ku yang seru-seru. Apalagi saat
setelah ujian tengah semester. Kami sangat santai dan mulai bermain-main dengan
semuanya, sudah tidak memperhatikan pelajaran dan sangat bermain-main. Ketika
hujan, saat itu kami bermain dengan sangat GILA. Mengambil ember-ember para
tukang dulu yang pernah bekerja di sekolah kami. Embernya masih kotor dan di
penuhi dengan semen-semen yang sudah mengering di ember itu. Kelas saat itu
tidak ada karena masih di kerja, terpaksa kami mengungsi ke perpustakaan. Tidak
ada guru yang mengajar saat jam terakhir itu. Semuanya berkeliaran hingga hujan
turun dan satu per satu masuk kelas dengan gaya yang basah mulai membuat licin
lantai dan pasir/tanah dari sepatu mereka mulai membuat becek dalam ruangan.
Tak selang beberapa lama ember-ember itu mulai berisi air dan mulai saling
menyiram satu sama lain dan membuat airnya mebasahi seluruh tubuh mereka, dan
aku pun termasuk. Buku-buku dalam perpustakaan mulai jatuh dan basah karena
laintainya juga basah dan becek. Penjaga perpus juga tidak ada. Dan kami bebas,
kebodohan kami dan kesenangan kami malah membuat kami hamper saja kena hukum.
Tapi ternyata tidak jadi. Dan itu kebersamaan kami yang paling susah ku
lupakan.
♥28.06.11
♥
Aku punya sahabat namanya ALIM dia
sekolah di SMPN 23 Makassar, aku sudah bersahabat dengan dia selama 1 tahun
pernah pacaran tapi cuma beberapa bulan dan berlanjut lagi jadi sahabat. Tidak
tahu bagaimana cara kami ketemu lagi, tapi pernah lost kontak beberapa bulan
dan kembali lagi dengan kabar yang masing-masing punya jalan sendiri. Sebenarya
sih cemburu ketika dengar dia punya pacar, tapi aku sendiri saja juga sudah
punya pacar jadi untuk apa cemburu, aku selalu berfikir begitu. Hingga perlahan
rasanya tidak ada cemburu dan tidak suka, tapi sayang sebagai sahabat.
Perlahan kami sering sms-an dia
mulai perhatian, rasanya senang, tapi tidak senang-senang amat sih karena aku
sering berfikir dia itu bukan siapa-siapa dan dia juga punya pacar. Waktu itu
aku berfikir apa yang aku rasa? Apa arti cemburu itu? Apa memang aku sayang dia
lebih, atau cuma sebagai sahabat? Bingung dengan itu. Tapi perlahan juga aku
mulai mengetes dia, katanya sih dia sayang dan suka aku, tapi ada rasa tidak
percaya. Jadi coba buat tes dia dan melihat apa dia menunggu ku atau tidak. Menunggu
ketika aku punya pacar, menunggu ketika aku sedang focus dengan pelajaran. Dia
tetap menunggu dan buat aku juga suka. Suka ketika dia menunggu ku karena itu
bukti kalau dia memang benar suka dan sayang.
Tepat tanggal 28 Juni 2011, mungkin
sekitar jam 8-9 dia datang ke depan rumah, saat itu aku sengaja untuk pasang
muka bad mood tapi dia tetap
tersenyum dan coba untuk membuat ku tertawa. Aku sangat ingat saat itu, dan
sebenarnya aku tertawa keras dalam hati ketika aku marah dan menyuruhnya
pulang, itu lucu. Sebenarnya aku tau maksudnya dia datang ke rumah, tapi untuk
meyakinkan aku bertanya, “tujuannya apa
datang ke sini?” dia mulai jawab, tapi katanya susah untuk di ucapkan
(syahdu banget sih:D). Tapi aku mulai marah betul sama dia, padahalkan untuk pacaran
itu sangat mudah hanya dengan kata-kata sudah punya status pacaran deh. Jadi
tidak lama dia bilang tentang perasaannya, responku hanya ketawa dan bilang “iya” seperti saat pacaran pertamaku.
Dan aku suka itu ketika aku pacaran dengan dia.
Sahabat Ku TAMI
Aku mulai tidak tahan dan menangis
sederas hujan biasanya, rasanya sakit apa lagi ketika tau kalau penyebabnya
orang yang juga ku anggap sahabat itu, namanya tidak usah di sebutin deh. Aku
susah untuk diam saja dan tidak berbagi cerita karena rasanya sangat dan lebih
sakit ketika kita pendam. Aku berjalan dengan raut wajah yang kusut dan mata
yang memerah karna tangisku menuju ke rumah sahabat terbaikku TAMI. Aku mulai
masuk dan masuk lagi ke kamarnya melepas semua kekesalan dan amarahku di situ,
melepas semua beban ku dengan meceritakan semuanya dengan Tami. Rasanya sangat
sakit, dan sangat sakit padahal aku tak pernah merasakan sakit seperti ini,
tapi aku senang juga bisa menumpah kekesalan ku dengan orang yang benar. Cuma
Tami yang bisa menenangkanku sedikit demi sedikit. Ketika aku menangis diapun juga
ikut dan megerti apa yang ku rasa. Dan aku beruntung punya TAMI J makasih NengKu J
SEKARANG…
Hari ini aku tenang, senang dan
bahagia punya orang-orang yang sangat berarti dalam hidupku, sangat bermakna
dalam hari-hariku. Aku senang punya kedua ORANG TUA yang sangat mengerti aku,
bisa hidup dengan sifat egoku yang begitu tinggi, yang terkadang tidak
mendengar katanya, tapi setiap kataku harus untuk dia dengar. Aku tenang ketika
bapak sudah mulai mengetahui apa yang ku mau, dan ibu sudah sangat tau tentang
sikap ku yang membuatnnya semakin tegar menghadapi kenakalanku yang masih bisa
bapak dan ibu tangani.
Aku senang ketika tau kalau ada yang
mengerti aku seperti orang tuaku yang mengerti aku saat ini. Mengerti tentang
apa yang ku mau, mengerti tentang apa yang harus ku benarkan dan harus ku
pertahankan. Aku senang punya sahabat seperti TAMI yang tidak pernah absen
untuk ada di sampingku ketika aku senang apalagi ketika aku sedih. Aku tenang
NengTami yang mengerti aku luar dan dalam seperti ibu dan bapak mengerti aku.
Aku senang punya pacar yang paling
lama ku jalani selama 4 bulan lebih, dan sangat serius mejalani hubungan ini. Mungkin
usia hubunganku masih sangat kecil, tapi aku akan berusaha membuat usianya
menjadi lebih dari umurku dan umurnya. Dan maksud ku yang misahin bukan problem
tapi, usia(maut). Aku mau cinta yang terakhir bersamanya, aku mau sayang yang
terakhir cuma untuknya. Aku senang punya ALIM yang bisa mengerti aku juga, yang
bisa membuatku tenang di sisinya. Dan aku harap ketenangan itu bisa bertahan
hingga kematian itu datang.
Dan aku senang bisa kenal kalian
semua, bisa tau tentang kisah-kisah dari hidup ku.
Sabtu, 12 November 2011
puisi sakit hati "LUKA"
LUKA
Oleh: Putri Ananda A
Aku terseduh
Menangis karena salahku
Aku terisak
Menangis karena sikapku
Aku tertatih
Letih dengan aku sendiri
Aku tertangis
Menahan karena cintaku
Aku menahan
Menahan luka yang aku buat
Aku menambal
Menambal lubang yang paling dalam
Aku obati
Mengobati gores yang aku iris
Aku,aku,aku
Merasakan sakit yang aku buat
Menikmati duka yang mebunuhku
Melakukan salah yang sulit di benarkan
Aku,aku,aku
Sayang dia, tapi aku terlanjur salah
Sayang,
Aku tak kuasa dengan diriku
Sayang,
Aku sulit memaafkan aku
Sayang,
Aku sulit dengan rasamu
Sayang,
Aku maaf karena diriku
Aku sakit
Sakit dengan ini
Sakit dengan aku
Sakit dengan semua yang ku lakukan
puisi cinta "INGAT"
INGAT
Oleh: Putri Ananda A
Ingat..
Ketika kau katakna cinta dengan senyuman
Ku balas pula dengan senyuman indahku
Ingat..
Ketika kau genggam tanganku dengan erat
Ku genggam tangan mu dengan lembut
Ingat..
Ketika kau peluk aku dengan hangat
Dan ku peluk kau dengan manisnya
Ingat..
Saat kau cium aku dengan mesra
Dan kucium kau dengan kasihku
Ingat ketika itu
Ingat saat itu
Ingat tentang itu
Dan ingat kenangan itu
Ingat..
Saat malam
Kau ucapkan kata manis untuk mengantar tidurku
Ingat..
Saat pagi
Kau bangunkan aku dengan lembut
Ingat..
Saat siang
Kau ingatkan aku untuk tetap makan
Katamu agar ku tidak sakit
Ingat saat-saat itu
Ketika kau lakukan sesuatu
Buat aku tersenyum, tertawa, dan kadang menangis
Menangis karena banyolan mu yang keterlaluan
Tapi itu LUCU
Ingat..
Ingat..
Ingat..
Dan selalu ingat aku
Ingat aku..
Ingat..
Dan ingat aku
Rabu, 26 Oktober 2011
surat cinta :)
28 September 2011
Ku genggam tangan mu
Katamu itu hangat
Apa kau tenang di sisiku ?
Aku sayang, aku cinta
Tapi aku tidak yakin
Apakah kau juga merasakan
Apa yang ku rasa?
Sayang, sudah 3 bulan kita jalani ini. Hubungan yang masih tidak resmi, hanya sebatas pacaran. Bukan bermaksud apa-apa, hanya saja aku tidak pandai danberani berbicara di hadapanmu. Jadi biarkan pena dan kertas ini yang mengungkapkannya.
Aku pernah katakana cinta, lalu kau tersenyum J dan bilang “IYA”. Aku suka itu sayang, itu awal kita jadian. Dan aku senang.
Sayang, aku mau jujur tapi tak berani untuk bilang di depanmu. Jadi surat ini mungkin bisa membantu,
“Aku makin sayang , aku makin cinta.
Hanya saja aku tidak yakin dengan perasaanmu.
Bagaimana sayang ?
Apa kau merasakan apa yang kurasa ?”
Senin, 16 Mei 2011
kepergiannya
KEPERGIANNYA
Aku mulai duduk di kursi itu melihat jam di dinding yang menunjukkan sekarang sudah jam 3.00 sore, dan mulai berfikir, kenapa ‘Dia’ memanggilku kerumahnya secara mendadak seperti ini, padahal menurutku tidak ada yang harus kami bicarakan. Dia masuk kedalam kamar dan aku menunggu diruang tamunya. Tak tahu kenapa aku merasa ada sesuatu yang lain. Dia sahabatku, Tami keluar dari kamar dan mulai duduk di sampingku pula dengan pakaian yang telah terganti. Beberapa saat kami terdiam hingga akhirnya aku mulai mengucap kata,
“Mengapa kau panggil aku kesini? Apa ada sesuatu yang penting mau kau bicarakan denganku ?”
“Sebenarnya ini bukanlah hal yang sangat penting, tapi memang ada sesuatu yang inginku bicarakan padamu dan ini membuatku dan ini yang membuatku sulit.” Katanya dengan sangat serius dan membuat aku semakin penasaran. Sikap Tami tidak biasanya seperti ini. Biasanya Aku dan Tami sering tertawa dan bercanda bersama. Semuanya kembali diam. Tak tahu mengapa suasana saat itu menjadi hening. Meski begitu banyak pertanyaan yang mau ku katakan kepadanya. Aku merasa tak pernah mengenal seorang yang ada disampingku ini.
Hingga akhirnya saat jam sudah 4.00 sore, setelah aku berdiam-diam selama 1 jam, tiba-tiba dia mengajakku keluar rumah. Aku bertanya kembali dalam hati, mengapa dia mengajakku pergi setelah 1 jam berdiam denganku. Aku dan Tami mulai berjalan dari langkah pertama, tak beberapa saat aku baru melangkah, dia mulai berbicara kepadaku. Ia mengungkapkan tentang sekolahnya tadi pagi, membicarakan tentang teman, dan guru-guru yang menurutnya sedikit kejam dan mulai membanyol hingga aku tertawa kembali dengan sahabatku yang selama ini selalu mendorongku untuk lebih baik dan lebih maju. Selalu ia ceritakan padaku tentang yang selama ini dia alami. Menurutku tak ada rahasia yang dia sembunyikan dariku. Tak terasa waktu telah membawa kami kesuatu tempat. Aku tak tahu dan tak mengerti mengapa Tami mengajakku pergi ke sebuah lapangan terbuka yang cukup luas dengan 1 pohon rindang yang cukup besar. Disana terlihat banyak orang yang sepertinya baru saja selesai bermain bola dan berhamburan untuk keluar dari arena lapangan itu.
Aku dan Tami mulai mendekati tempat itu dan mulai berjalan lagi pergi kearah pohon rindang yagn besar tersebut. Tami duduk dan mulai berkata,
“Kau sahabat terbaikku dan kamu orang ketiga yang kusayang setelah orang tuaku, dank au pula tempatku mencurahkan segala isi hatiku. Karena itulah aku sulit tuk meninggalkanmu.” Katanya panjang lebar.
“Maksudmu apa ? aku tak mengerti , apakah kamu ingin pergi meninggalkanku?” Tanyaku yang maasih tak mengerti maksudnya berkata seperti itu dengan suara yang terseduh.
“Maafkan aku, aku tidak pernah jujur kepadamu tentang ini. Sebenarnya aku mengidap penyakit leokimia dan harus pergi berobat di Singapore, dan mungkin aku akan tinggal di sana selamanya.” Jawabnya yang mulai mengeluarkan air mata pula.
Aku menangis dan tak sanggup mengeluarkan kata-kata lagi, aku hanya tertunduk dan meneteskan begitu banyak air yang membasahi pipiku. Disitulah terakhir aku melihat wajahnya dan mendengar suaranya. Tak pernah ada sedikit pun kontak antara kami berdua. Kepergiannya yang membuatku rindu hingga saat ini.
Langganan:
Komentar (Atom)
