putry ananda

putry ananda

Kamis, 24 November 2011

CURHAT KU (curahan hatiku)

CURHAT KU (curahan hatiku)

TUHAN tolong buat orang yang buat saya menangis itu rasa dengan apa yang saya rasa ;( sumpaah sakit sekali terasa.
selalu bilang kalau saya tidak bisa mngerti dia , padahal semua orang tau kalau dia yang tidak pernah bisa mengerti saya !
bilang terus kalau saya egois , padahal dia sendiri tidak pernah tau kelakuanya ego ato tidak ?
TUHAN sakit sekali ;( kalo harus tahan airmata yang banjir di kelopak mataku.
atau memang saya sudah tidak berharga sampai-sampai dengan mudahnya dia buat menangis sampai harus untuk setia harinya ;(
TUHAN saya tidak mau buang air mataku untuk seseorang yang tidak pernah anggap saya ada ;( saya juga tidak mau dianggap remeh sama dia ;( selalu menurut kalau dia marah ;( membujuk seperti saya tidak pernah punya harga diri ;(
kalau memang bosan sama saya, bilang !
kalau memang sudah anggap saya tidak ada, bilang. saya sudah ikhlas sama apa yang kau buat sama itu harus hilang, karena air mataku itu berharga daripada siapapun.
tidak pernah mengerti ;( tapi selalu mau di mengerti ;( lalu yang ku dapat cuma tangis yang kau beri ;(
saya sudah capek dengan tangisan yang selalu di tutupi dengan kesabaran ku. emosi mu buat selalu saya jadi yang terburuk. apa memang semua lelaki hanya manis di bibir saat itu saja ;(
saya seperti tidak punya malu yang sayang sama dia tapi ternyata saya cuma di permainkan ;(
selalu saya hargai apa pun yang dia buat, selalu saya hargai setiap cinta yang dia berikan, tapi kenapa apapun yang saya lakukan tidak pernah ada buat dia. serasa usaha ku itu sia-sia ;( lalu apa ?
sekali lagi saya bilang saya bukan seseorang yang gampang jatuh dengan CINTA. tapi setelah saya buat kau merasa sempurna dengan aku lemah dengan cinta itu, malah sebaliknya kau buang aku serasa aku tak pernah punya harga diri ;( melakukan hal sesuka mu dan tidak pernah menghargai apa yang saya berikan ;(

Senin, 14 November 2011

PUISI "KENAPA..?"


KENAPA..?
Oleh: Putri Ananda A

TUHAN…
Mengapa harus ada cinta
Jika sakit hati yang mengakhirinya
Mengapa harus ada tawa
Jika tangisan itu ada
Mengapa harus ada ingatan
Jika kenangan itu harus di lupakan

TUHAN…
Mengapa tak kau ciptakan semuanya
Seperti siang dan malam
Seperti matahari yang berganti bulan
Sperti terangnya matahati yang di gantikan bulan

TUHAN…
Mengapa?
Mengapa semuanya harus berakhir tangis
Padahal awal dari semua itu penuh dengan senyuman

PUISI "TEGAR"


TEGAR
Oleh: Putri Ananda A

Aku mencoba tegar
Berdiri tegak walau banjir mulai datang
Aku mencoba kuat
Tetap bertahan walau hujan membasahi pipiini
Aku mencoba menahan
Tak bergerak walau ranting tajam mulai menusuk betisku
Aku mencoba senyum
Tertawa walau rasa itu sangat perih

Aku mecoba mencari cahaya
Ketika kegelapan itu mulai menghampiriku
Aku mencoba mencari pintu
Ketika aku terjebak dalam kegelapan
Aku mencoba tetap berjalan
Ketika takut menghampiriku, sesaat ketika aku melangkah
Aku mencoba mencari lelucon
Ketika aku tertangis dan takut dengan gelap

Aku tetap tegar
Walau air mata mulai membanjiri kelopak mataku
Aku tetap kuat
Bertahan walau tangis mulai membasahi pipiku
Aku tetap menahan
Walau pisau tajam mulai mengiris hatiku
Aku tetap senyum
Tertawa walau rasanya sangat sakit

Aku mencari solusi
Ketika masalah mulai merusakku
Aku mencari jalan
Ketika aku terjebak dalam suasana gelap dan dingin
Aku tetap berjalan
Ketika kepedihan mulai datang satu-persatu
Aku tetap tertawa
Ketika tangisku mulai berjatuhan

Aku akan mencintainya
Sayang padanya
 Jika dia memang membenciku
Aku akan mengingatnya
Rindu padanya
Jika dia memang melupakanku

Aku tegar
Ketika aku di terja badai besar
Karena aku sayang
TULUS  tanpa pamrih

PUISI "♥28.06.11♥"


28.06.11
Oleh: Putri Ananda A

Hari itu kau katakan cinta
Aku belum serius
Aku masih bermain
Aku harus membiasakan diri dengan mu
Membiasakan waktu bersamamu

Aku belum terbiasa dengan itu
Masih labil dengan cinta
Masih jauh dengan rasa sayang
Masih tidak mengerti dengan kata rindu
Masih kurang membutuhkanmu

Tapi kau buat berbeda
Kau buat yang lain
Buat aku kuat dengan cinta
Buat aku dekat dengan rasa sayang
Buat aku mengerti dengan kata rindu
Buat aku sangat membutuhkanmu

Aku jadi serius
Aku tidak lagi merasa bermain
Aku telah membiasakan diri denganmu
Aku pun telah terbiasa dengan waktumu

28 Juni 2011
Membuat aku tau tau tentang cinta itu
Merasakan cinta yang saling memiliki
Menikmati indahnya cinta bersamamu

28 Juni 2011
Hari yang indah
Penuh tawa ketika itu
Awal yang indah dengan senyuman
Gelak tawa bersamamu

 I LOVE YOU

CERPEN "THE STORIES OF MY LIFE"


THE STORIES OF MY LIFE
Oleh: Putri Ananda A


            Aku berawal dari sepasang suami istri, “Arifin dan Jumriati”. Keluarga yang sederhana, ibu dan bapak yang memiliki 4 orang anak, aku anak yang terakhir. Kakak laki-laki ku bernama “Heryanto A” kakak perempuanku bernama “Heryanti A dan Handayani A”. Dan kenalin nama aku “Putri Ananda A”. Aku lahir di Makassar, tepat tanggal 14 mei 1996 jam 10 pagi menjelang siang .

DULU …
Di Umur 1 Tahunku
            Aku menangis ketika aku di suruh makan bubur /pisang susu yang sudah lembek. Aku malah masih ingin untuk minum ASI. Aneh, seharusnya aku sudah harus mulai memakan-makanan seperti bubur atau pisang itu tapi malah aku masih menolak dan ingin minum asi saja parahnya supaya aku berhenti meminum asi dan mencoba makan bubur, ibu menaruh sesuatu yang sangat pahit di tempat keluarnya asi itu. Ibu jahat, padahal aku sangat ingin minum asi dan rasanya sangat pahit yang membuatku tidak ingin minum asi lagi.

Di Umur 4 Tahunku
            Saat itu aku tinggal di sebuah rumah yang letaknya terpencil, masuk lorong-lorong dan daerahnya rawan banjir. Jalanannya punjuga tidak rata, hanya batu-batu sebagai penyangga agar jalanan itu tidak roboh dan keluar ke jalan poros juga pakai jembatan yang di buat dari kayu yang sudah mulai roboh sedikit demi sedikit.
            Hari itu tepat tanggal lahirku ke 4 tahun , seingatku setiap aku ulang tahun tidak ada yang pernah di rayakan, tapi aku lihat sebuah kue tar yang ada di dapur setelah pulang dari bermain di dekat rumah. Aku bingung dan tidak tau kalau hari itu hari lahirku. Bapak pulang dan aku semakin bingung , aku melihat sebuah bungkusan yang berwarna pink namun masih samar. Setelah magrib semuanya ternyata rapih di ruang tamu. Sungguh bingung, hanya keluargaku yang ada, bapak ibu dan ketiga kakakku. Lalu aku bertanya, “untuk siapa ini?”, mereka menjawab kalau semua ini untukku. Dan pertanyaan bodohku terucap, “apa aku berulang tahun hari ini?”.

Kakiku Panas
Hari itu siang, aku, bapak, dan ibu baru saja pulang dari sebuah acara dan tadinya aku ngotot ikut. Jadi aku ikut dengan mereka. Setelah pulang, aku dengan cerobohnya turun dari motor butut bapak yang knalpotnya masih sangat panas. Betisku yang kecil dan pendek itu mulai menyentuh knalpot motor butut bapak, rasanya panas tapi sudah terasa lengket di knalpot itu, aku tak berani teriak aku takut di marahi, mungkin hanya satu menit lebih parah. Rasanya perih, panas, sakit, dan terbakar. Aku menangis tidak dapat menahan sakitnya. Bapak menggendongku masuk dan aku lihat betis kecilku yang imut ituj ternyata melepuh dan berwarna coklat gosong. Aku hanya bisa menangis dan tak lama tertidur.

Hari Pertama Sekolah Di SD
            Hari pertama itu, aku di damping dengan Ibu, melihat suasansa sekolah (SD) sangat ramai dan itu awal aku beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Awalnya aku takut, takut karena banyak orang, dan tak ada satupun yang ku kenal. Aku datang lebih awal di banding semuanya dan aku dapat bangku di pojok depan. Orang-orang seperti ku sudah mulai datang satu per satu, banyak dan mulai semakin banyak. Seorang anak murid baru yang seperti ku juga yang sepertinya anak guru itu mengambil tempat dudukku, dan terpaksa aku pindah di bangku ke empat yang paling belakang. Aku kesal, aku sudah capek-capek datang pagi untuk mengambil bangku itu, tapi malah ujung-ujungnya tetap saja duduk di bangku yang di belakang itu.

Masa SD Itu Suram
            Saat masih pertama sekolah, aku berfikir untuk punya teman itu akan lebih baik, tapi setelah aku jalani semuanya tidak ada yang baik melainkan hanya sebuah problem yang datang satu persatu kepadaku. Tidak cukup baik, apa lagi ketika aku mulai mengikuti les di guru matematika ku yang juga sekaligus walikelasku. Awalnya baik tapi ketika aku tidak mengikuti mau/keinginan temanku semuanya menjadi kacau dan berubah menjadi sebuah problem yang cukup besar padahal itu hanya masalah sepele yang di besar besarkan. Satu dari mereka menghasut semua teman kelasku hingga aku di musuhi oleh semuanya, semua teman kelasku. Hanya ada satu teman ku yang tidak pernah menjauhiku. Aku selalu bersama dia. Namun ketika jam istirahat dia biasa pergi karena aku lebih memilih duduk diam termangu di dalam kelas dibandingkan jika aku keluar dari kelas. Semuanya suram, aku seperti tidak ada dan tidak terhitung dalam kelasku. Aku seperti anak cacat yang tidak berguna. MASA SD ITU SURAM BAGIKU.

Sekolah Baru (SMP)
            Rasanya tenang, senang ketika aku merasa bebas dari masa SD yang suram dan tanpa warna sedikit pun aku mulai bersenang-senang dengan suasana SMP rasanya tenang. Aku fikir ini memang awal dari kita beradaptasi dengan dunia dan lingkungan yang baru seperti ini. Teman-temannya ramah, mungkin karena maksudnya sama dengan ku, saling senyum dan menjadi teman. Aku sadar kalau SMP itu seru, asik dan mengesankan. Sekolah baruku tenang tidak rusuh seperti SD. Sekolah baruku asik, punya teman seperti Anhy, Nurul, Unhy, Enhy dan teman teman lainnya.

Awal Aku Pacaran
            Awalnya ketika itu aku masih berumur 13 tahun, masih duduk di bangku SMP kelas 2. Saat itu teman-teman ku baru lagi dan kami masih seperti baru masuk sekolah lagi karena kelasnya di roling. Aku lumanya akrab dengan Mulky teman sekelasku waktu itu yang mungkin sifat dan sikapnya belum terlalu ku kenal. Tapi aku tau satuhal dia pintar, dan asik di ajak ngobrol. Tapi dia mengatakan cinta, aku tidak tau mau jawab apa, aku belum pernah merasakan yang seperti itu dan tidak tau harus bagaimana ketika di tanya begitu. Aku bingung dan satu-satunya pilihanku hanya bisa meminta tolong pada Anhy, Nurul, dan Enhy, Mau bertanya sama Unhy kami berbeda kelas. Jadi hanya mereka saja. Jawaban mereka Cuma satu bilang ‘iya’, Yah sudah aku bilang saja ‘iya’. Dan katanya kami sudah pacaran. Sungguh mudah untuk berpacaran yah. Aku kira sulit, ternyata hanya kata-kata.

Harus Pisah !
            Aku menjalani masa SMP ku sudah 3 tahun dengan tawa dan canda mereka dan tak terasa waktu berjalan begitu cepat hingga kami harus berpisah dan mencari masing-masing karakter kami. Yang tepat untuk kami melanjutkan sekolah nanti untuk menuju ke Sekolah Menengah keAtas (SMA). Rasnya berat ketika mengingat masa SMP ku yang seru-seru. Apalagi saat setelah ujian tengah semester. Kami sangat santai dan mulai bermain-main dengan semuanya, sudah tidak memperhatikan pelajaran dan sangat bermain-main. Ketika hujan, saat itu kami bermain dengan sangat GILA. Mengambil ember-ember para tukang dulu yang pernah bekerja di sekolah kami. Embernya masih kotor dan di penuhi dengan semen-semen yang sudah mengering di ember itu. Kelas saat itu tidak ada karena masih di kerja, terpaksa kami mengungsi ke perpustakaan. Tidak ada guru yang mengajar saat jam terakhir itu. Semuanya berkeliaran hingga hujan turun dan satu per satu masuk kelas dengan gaya yang basah mulai membuat licin lantai dan pasir/tanah dari sepatu mereka mulai membuat becek dalam ruangan. Tak selang beberapa lama ember-ember itu mulai berisi air dan mulai saling menyiram satu sama lain dan membuat airnya mebasahi seluruh tubuh mereka, dan aku pun termasuk. Buku-buku dalam perpustakaan mulai jatuh dan basah karena laintainya juga basah dan becek. Penjaga perpus juga tidak ada. Dan kami bebas, kebodohan kami dan kesenangan kami malah membuat kami hamper saja kena hukum. Tapi ternyata tidak jadi. Dan itu kebersamaan kami yang paling susah ku lupakan.

28.06.11
            Aku punya sahabat namanya ALIM dia sekolah di SMPN 23 Makassar, aku sudah bersahabat dengan dia selama 1 tahun pernah pacaran tapi cuma beberapa bulan dan berlanjut lagi jadi sahabat. Tidak tahu bagaimana cara kami ketemu lagi, tapi pernah lost kontak beberapa bulan dan kembali lagi dengan kabar yang masing-masing punya jalan sendiri. Sebenarya sih cemburu ketika dengar dia punya pacar, tapi aku sendiri saja juga sudah punya pacar jadi untuk apa cemburu, aku selalu berfikir begitu. Hingga perlahan rasanya tidak ada cemburu dan tidak suka, tapi sayang sebagai sahabat.
            Perlahan kami sering sms-an dia mulai perhatian, rasanya senang, tapi tidak senang-senang amat sih karena aku sering berfikir dia itu bukan siapa-siapa dan dia juga punya pacar. Waktu itu aku berfikir apa yang aku rasa? Apa arti cemburu itu? Apa memang aku sayang dia lebih, atau cuma sebagai sahabat? Bingung dengan itu. Tapi perlahan juga aku mulai mengetes dia, katanya sih dia sayang dan suka aku, tapi ada rasa tidak percaya. Jadi coba buat tes dia dan melihat apa dia menunggu ku atau tidak. Menunggu ketika aku punya pacar, menunggu ketika aku sedang focus dengan pelajaran. Dia tetap menunggu dan buat aku juga suka. Suka ketika dia menunggu ku karena itu bukti kalau dia memang benar suka dan sayang.
            Tepat tanggal 28 Juni 2011, mungkin sekitar jam 8-9 dia datang ke depan rumah, saat itu aku sengaja untuk pasang muka bad mood tapi dia tetap tersenyum dan coba untuk membuat ku tertawa. Aku sangat ingat saat itu, dan sebenarnya aku tertawa keras dalam hati ketika aku marah dan menyuruhnya pulang, itu lucu. Sebenarnya aku tau maksudnya dia datang ke rumah, tapi untuk meyakinkan aku bertanya, “tujuannya apa datang ke sini?” dia mulai jawab, tapi katanya susah untuk di ucapkan (syahdu banget sih:D). Tapi aku mulai marah betul sama dia, padahalkan untuk pacaran itu sangat mudah hanya dengan kata-kata sudah punya status pacaran deh. Jadi tidak lama dia bilang tentang perasaannya, responku hanya ketawa dan bilang “iya” seperti saat pacaran pertamaku. Dan aku suka itu ketika aku pacaran dengan dia.

Sahabat Ku TAMI
            Aku mulai tidak tahan dan menangis sederas hujan biasanya, rasanya sakit apa lagi ketika tau kalau penyebabnya orang yang juga ku anggap sahabat itu, namanya tidak usah di sebutin deh. Aku susah untuk diam saja dan tidak berbagi cerita karena rasanya sangat dan lebih sakit ketika kita pendam. Aku berjalan dengan raut wajah yang kusut dan mata yang memerah karna tangisku menuju ke rumah sahabat terbaikku TAMI. Aku mulai masuk dan masuk lagi ke kamarnya melepas semua kekesalan dan amarahku di situ, melepas semua beban ku dengan meceritakan semuanya dengan Tami. Rasanya sangat sakit, dan sangat sakit padahal aku tak pernah merasakan sakit seperti ini, tapi aku senang juga bisa menumpah kekesalan ku dengan orang yang benar. Cuma Tami yang bisa menenangkanku sedikit demi sedikit. Ketika aku menangis diapun juga ikut dan megerti apa yang ku rasa. Dan aku beruntung punya TAMI J makasih NengKu J

SEKARANG…
            Hari ini aku tenang, senang dan bahagia punya orang-orang yang sangat berarti dalam hidupku, sangat bermakna dalam hari-hariku. Aku senang punya kedua ORANG TUA yang sangat mengerti aku, bisa hidup dengan sifat egoku yang begitu tinggi, yang terkadang tidak mendengar katanya, tapi setiap kataku harus untuk dia dengar. Aku tenang ketika bapak sudah mulai mengetahui apa yang ku mau, dan ibu sudah sangat tau tentang sikap ku yang membuatnnya semakin tegar menghadapi kenakalanku yang masih bisa bapak dan ibu tangani.
            Aku senang ketika tau kalau ada yang mengerti aku seperti orang tuaku yang mengerti aku saat ini. Mengerti tentang apa yang ku mau, mengerti tentang apa yang harus ku benarkan dan harus ku pertahankan. Aku senang punya sahabat seperti TAMI yang tidak pernah absen untuk ada di sampingku ketika aku senang apalagi ketika aku sedih. Aku tenang NengTami yang mengerti aku luar dan dalam seperti ibu dan bapak mengerti aku.
            Aku senang punya pacar yang paling lama ku jalani selama 4 bulan lebih, dan sangat serius mejalani hubungan ini. Mungkin usia hubunganku masih sangat kecil, tapi aku akan berusaha membuat usianya menjadi lebih dari umurku dan umurnya. Dan maksud ku yang misahin bukan problem tapi, usia(maut). Aku mau cinta yang terakhir bersamanya, aku mau sayang yang terakhir cuma untuknya. Aku senang punya ALIM yang bisa mengerti aku juga, yang bisa membuatku tenang di sisinya. Dan aku harap ketenangan itu bisa bertahan hingga kematian itu datang.
            Dan aku senang bisa kenal kalian semua, bisa tau tentang kisah-kisah dari hidup ku.

Sabtu, 12 November 2011

puisi sakit hati "LUKA"


LUKA
Oleh: Putri Ananda A

Aku terseduh
Menangis karena salahku
Aku terisak
Menangis karena sikapku
Aku tertatih
Letih dengan aku sendiri
Aku tertangis
Menahan karena cintaku

Aku menahan
Menahan luka yang aku buat
Aku menambal
Menambal lubang yang paling dalam
Aku obati
Mengobati gores yang aku iris

Aku,aku,aku
Merasakan sakit yang aku buat
Menikmati duka yang mebunuhku
Melakukan salah yang sulit di benarkan
Aku,aku,aku
Sayang dia, tapi aku terlanjur salah

Sayang,
Aku tak kuasa dengan diriku
Sayang,
Aku sulit memaafkan aku
Sayang,
Aku sulit dengan rasamu
Sayang,
Aku maaf karena diriku

Aku sakit
Sakit dengan ini
Sakit dengan aku
Sakit dengan semua yang ku lakukan

puisi cinta "INGAT"

INGAT
Oleh: Putri Ananda A

Ingat..
Ketika kau katakna cinta dengan senyuman
Ku balas pula dengan senyuman indahku

Ingat..
Ketika kau genggam tanganku dengan erat
Ku genggam tangan mu dengan lembut

Ingat..
Ketika kau peluk aku dengan hangat
Dan ku peluk kau dengan manisnya

Ingat..
Saat kau cium aku dengan mesra
Dan kucium kau dengan kasihku

Ingat ketika itu
Ingat saat itu
Ingat tentang itu
Dan ingat kenangan itu

Ingat..
Saat malam
Kau ucapkan kata manis untuk mengantar tidurku

Ingat..
Saat pagi
Kau bangunkan aku dengan lembut

Ingat..
Saat siang
Kau ingatkan aku untuk tetap makan
Katamu agar ku tidak sakit

Ingat saat-saat itu
Ketika kau lakukan sesuatu
Buat aku tersenyum, tertawa, dan kadang menangis
Menangis karena banyolan mu yang keterlaluan
Tapi itu LUCU

Ingat..
Ingat..
Ingat..
Dan selalu ingat aku

Ingat aku..
Ingat..
Dan ingat aku