“FIRST LOVE”
Mimpi itu datang membuat beban dihatiku, menambah kesakit hatianku kepadanya, tapi membuatku tahu apa arti cinta itu. Hanya dialah yang bisa membuatku jatuh cinta padahal untuk usia yang sepertiku dulu saat mencintainya untuk pertama kalinya mungkin sulit tuk mengatakan cinta yang memang benar-benar tulus dan sangat serius untuk mencintainya, padahal aku tak pernah untuk melihat dirinya sebelumnya. Tapi mengapa aku bisa mencintainya dari sebuah ‘MIMPI’ yang tak pernah ingin sebelumnya kulihat.
Saat ku berumur 7 tahun dan menduduki bangku dikelas 2 SD, aku mulai mencintai seseorang yang tak pernah kukenal dan tak pernah mengenalku. Suatu malam aku mulai memaksakan diriku untuk tidur tapi sulit tuk menutup mataku, kucoba segala hal agar aku bisa tidur. Malam pun mulai sepi dan tampak gelap, sangat gelap tak terdengar lagi suara orang yang bercakap hingga ku tertidur dalam kesunyian dan gelapnya malam. “Aku tak menyadari jika malam itu aku berada di dalam lorong sempit yang panjang. Terlihat ada dua orang wanita yang mungkin seumuranku, yang berada di samping kiri kananku. Aku tak tahu siapa wanita yang disampingku itu. Aku dan dua orang yang disampingku itu berjalan mengikuti lika-liku lorong itu, hingga aku mendengar suara orang yang berjalan dari arah berlawanan. Suara itupun semakin dekat-dekat dan semakin lebih dekat lagi. Lalu kumelihat tiga orang lelaki yang tingginya melebihiku tepat di hadapanku. Yang sangat kuperhatikan hanyalah lelaki yang posisinya ada ditengah, sama sepertiku yang juga berada di tengah. Tatapku sangat tajam sambil melewati sela-sela dari mereka, tapi tatapku masih mengarah kepada lelaki misterius karena sedikitpun aku tidak pernah mengenal lelaki itu, tatapku sangat tajam melihatnya dengan penuh perasaan dan kasih sayang”. Hingga aku terbangun dari tidurku yang telah dihiasi mimpi-mimpi yang sangat misterius.
Aku masih teringat dengan mimpi itu. Mimpi yang misterius yang kulihat saat aku masih berumur 7 tahun. Mungkin memang aku tidak melihat jelas wajah 1 orang sekalipun tapi aku masih bisa mengingat kalau lelaki itu, rambutnya yang di jabrik, dan wajahnya yang sangat manis. Setelah aku melihat mimpi itu aku langsung teringat lelaki itu, ‘Siapa gerangan?’ aku selalu ingin mengetahui lelaki itu, lelaki yang membuatku untuk pertama kalinya jatuh cinta. Dialah ‘Cinta Pertamaku’. Aku sangat bodoh saat itu, Aku mencintai seseorang yang tak pernah sekalipun untuk mengenalku dan tak pernah untuk kukenal, namanya saja aku tak tahu. Lalu aku pun berfikir, mungkin lelaki itu harusnya kuberi nama, nama yang ada di fikiranku adalah “FIKAR”. Kuceritakanlah apa yang kulihat di dalam mimpiku itu kepada teman-temanku, lalu salah satu dari mereka bilang kalau yang namanya Fikar itu ada di tempat aku mengaji.
Sore telah berganti menjadi malam, dan akupun harus pergi mengaji di Mesjid Janatul Iman. Beberapa temanku menjemputku untuk pergi bersama ke tempat mengaji. Sampailah kami di sana temanku memperlihatkanku yang namanya Fikar dan tanpa aku sengajai aku langsung melihatnya dengan sangat tajam dan heran. Melihatnya kembali mungkin sangat mustahil, tapi dia sangat mirip dengan lelaki yang ada di mimpiku itu. Akupun mulai mencintainya dengan sangat serius. Tapi baru saja aku mencintainya aku langsung dikagetkan dengan berita kalau aku akan pindah tempat mengaji karena aku mau pindah rumah.
4 ½ tahun aku sudah tidak pernah melihatnya Fikar lagi hingga sekarang aku sudah masuk ke kelas 1 SMP, tapi tetap saja perasaanku dengan Fikar tidak pernah berubah. Aku tetap masih mencintainya seperti dulu saat pertama aku bertemu dengan dia didalam sebuah mimpi. Sudah ½ tahun aku masuk kelas 1 SMP di SMP Neg. 33 Makassar. Satu hal yang mengagetkanku saat itu aku baru tau kalau Fikar Cinta Pertamaku sekolah di sana. Dan informasi yang kudapat dia dikelas IX A. Aku di pertemukan lagi dengan Fikar tanpa di sengajai. Tapi hanya ½ tahun aku melihatnya aku kehilangannya lagi. Dia sudah lulus dan sekarang masuk SMK Telkom. Sekarang aku sudah tidak pernah lagi melihatnya, aku sudah duduk di bangku kelas 3 SMP dan Fikar sudah menduduki bangku dikelas 2 SMK.
Karya:
Putri Ananda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar